AKTIVITI

Pengikut

Jumaat, 6 Mei 2011

Hentikan Perdagangan Wanita

Saya mewakili PMIUM dan juga merangkap koordinator pertubuhan Sisters in Movement (SIM) tidak bersetuju dengan beberapa isu yang melibatkan perdagangan wanita. Lebih-lebih lagi mengenai tindakan biadab Persekutuan Badminton Sedunia (BWF) yang mengeluarkan arahan peraturan mewajbkan pemain badminton wanita memakai skirt. Kononnya bertujuan memastikan aksi lebih menarik dapat ditonjolkan untuk menarik lebih ramai penonton dan penaja.
Saya tidak menyangka masih terdapat mentaliti mundur sebegini di dalam peradaban dunia serba maju. Tindakan biadap BWF ini memperlihatkan pertandingan-pertandingan kejohanan badminton yang melibatkan pemain wanita hanyalah medan memperagakan badan dan memperdagangkan tubuh. BWF sebenarnya sudah lari daripada matlamat sebenar kejohanan-kejohanan sukan diadakan.
Saya mewakili wanita khususnya mahasiswi mendesak agar Kementerian Belia dan Sukan membantah isu ini di peringkat nasional. Peraturan ini hakikatnya bertentangan dengan budaya masyarakat Malaysia yang mementingkan etika dalam pemakaian. Jika tidak ada tindakan bantahan di peringkat Kementerian, saya khuatiri peraturan ini bakal dikuatkuasakan di Malaysia.
Seperkara lagi yang lebih memualkan adalah isu video lucah yang lebih biadap memperlihatkan tubuh badan wanita seenaknya. Aksi-aksi 'dalam kelambu' sebegitu tidak patut diperlihatkan di pentas umum. Pendidikan politik lucah yang terbuka sebeginilah yang menjadi punca kehancuran pemikiran anak bangsa. Gambar-gambar aksi yang memperlihatkan tubuh badan wanita secara jelas ini memberi gambaran bahawa maruah wanita diletakkan di tempat yang paling rendah bahkan boleh dipijak-pijak.
Di zaman serba moden ini kita tidak lagi mendengar kisah-kisah diskriminasi terhadap wanita seperti yang berlaku pada zaman jahiliyah sebelum kedatangan Islam. Pada zaman tersebut bayi-bayi perempuan dibunuh dan para ibu dijadikan hamba dek kerana mempercayai wanita merupakan punca nasib malang.
Akan tetapi diskriminasi terhadap wanita tetap wujud pada zaman ini. Tndakan perdagangan wanita dengan menggunakan wanita sebagai alat pelaris berlaku di dalam masyarakat secara agresif. Saya melihat fenomena ini semakin membarah apabila tubuh badan wanita seenaknya ditayangkan dengan tujuan untuk menarik perhatian syarikat-syarikat dan para penonton demi mengaut keuntungan. Tindakan perdagangan wanita ini secara agresif berlaku di dalam industri muzik, perfileman, perlancongan, hiburan, sukan dan lain-lain.
Wanita tidak seharusnya menerima nasib menjadi alat pelaris. Islam mengangkat martabat wanita dengan menjamin pemeliharaan maruah wanita dengan sebaiknya. Di atas anjuran Islam yang membela maruah wanita ini saya menyeru kepada seluruh masyarakat bangkit mendesak pihak-pihak berwajib untuk menghentikan segera perdagangan wanita demi kesejahteraan peradaban ummat.
Rohayu Rusli,
Timbalan Yang Dipertua Persatuan Mahasiswa Islam Universiti Malaya (PMIUM).

Isnin, 7 Mac 2011

MUWASAFAT TARBIYAH



1. Salimul Aqidah

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya:

‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162).

Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan:

‘shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’

Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya:

‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya.

Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri

Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya:

"Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS 2:219).

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya:

"Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran" (QS 39:9).

6. Mujahadatun Linafsihi

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

"Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam)" (HR. Hakim).

7. Harishun ‘ala Waqtihi

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan:

‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’

Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syu’unihi

Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.

Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun ‘alal Kasbi

Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik.

Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Naafi’un Lighoirihi

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy dari Jabir).

Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.

Sabtu, 12 Februari 2011

Hukum Orang Islam Menyambut Perayaan Valentine's Day

Bismillahirrahmanirrahim.

Sumber : Portal Rasmi Fatwa Malaysia

Keputusan: 

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-71 yang bersidang pada 22-24 Nov 2005 telah membincangkan Hukum Orang Islam  Menyambut Perayaan Valentine's Day. Muzakarah berpandangan bahawa  ajaran Islam amat mengutamakan kasih sayang dan tidak ada hari tertentu di dalam Islam bagi meraikannya.

Oleh itu, Muzakarah bersetuju memutuskan bahawa amalan merayakan Valentine’s Day tidak pernah dianjurkan oleh Islam. Roh perayaan tersebut mempunyai unsur-unsur Kristian dan amalannya yang bercampur dengan perbuatan maksiat adalah bercanggah dan dilarang oleh Islam.

Keputusan (English): 

The Ruling on Muslims Celebrating Valentine’s Day

Decision:

The 71st Muzakarah (Conference) of the Fatwa Committee of the National Council for Islamic Religious Affairs Malaysia held on 22nd-24th November 2005 has discussed the ruling on Muslims celebrating Valentine’s Day. The Conference decided that the teachings of Islam stress on love and there is no specific day in Islam to celebrate it.

Therefore, The Conference decided that the practice of celebrating Valentine’s Day is not part of Islam. The spirit of the celebration contains elements of Christianity and its practice that is mixed with sinful acts is prohibited and contradicts with Islam.

Keterangan/Hujah: 

Sejarah Valentine’s Day tidak ada di dalam Islam. Amalan, budaya dan hasrat perayaan ini mempunyai unsur-unsur Kristian yang bercanggah dengan Islam.

Di dalam Islam tidak ada hari tertentu bagi meraikan kekasih atau kasih sayang. Islam sangat menitikberatkan soal kasih sayang dan setiap hari di dalam Islam adalah hari kasih sayang.
Islam menolak konsep kasih sayang yang terkandung dalam Valentine’s Day kerana unsur-unsur ritual keagamaan yang diamalkannya boleh menggugat akidah Islam.

Hukum Islam jelas dalam hal melarang umatnya meniru atau menyerupai budaya dan cara hidup orang bukan Islam. Ini berdasarkan sebuah hadith Rasulullah s.a.w.:

من تشبه بقوم فهو منهم     

“Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum maka dia termasuk dalam kaum tersebut.”
                                                                                                                                    ( Riwayat Abu Daud)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو مردود

“Sesiapa yang mengamalkan perkara yang bukan dari pada amalan kami maka ia akan ditolak.”
                                                                                                                  (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Kebanyakan golongan remaja Islam hari meraikan Valentine’s Day dengan perbuatan- perbuatan yang dilarang oleh Islam. Gejala seperti ini sekiranya tidak dibendung akan merosakkan generasi umat Islam akan datang.

Ahad, 16 Januari 2011

Al Mutahhara Kamaruddin Diiktiraf YDP oleh Mahasiswa PoliKK.

Sumber : Kelab Islah Politeknik Kota Kinabalu

Bismillahirrahmanirrahim.

13 JANUARI 2011 - Al Mutahhara Kamaruddin telah mendapat undian yang paling teringgi di antara ke enam lawannya. Beliau yang merupakan calon daripada Himpunan Penyokong Al Mutahhara (HPA) dan juga daripada Kelab Islah mendapat undi majoriti sebanyak 154 undi meninggalkan calon lawan terkuatnya Saudara Zulbada Alior.

Dengan ini, Al Mutahhara diisytiharkan sebagai Yang DiPertua Politeknik Kota Kinabalu dan Zulbada Alior sebagai Naib Yang DiPertua. Watikah Perlantikan akan diadakan pada Isnin ini.

Pada malam kemenangan tersebut, beberapa AJK Kelab Islah telah mengadakan sambutan hari jadi kepada Al Mutahhara walaupun beliau menyembunyikan perkara tersebut. 

"Saya ingatkan tidak ada orang yang tahu tentang tarikh hari jadi saya," kata beliau ketika dalam ucapannya sempena hari jadi.

"Kemenangan dalam pilihanraya kali ini adalah satu hadiah terbesar oleh Allah SWT kepada kamu," dalam satu sms daripada sahabat beliau.

Berikut adalah keputusan PRK Politeknik Kota Kinabalu :

Al Mutahhara Bin Haji Kamaruddin - 2032 Undi
Zulbada Bin Alior - 1878 Undi
Asrul Bin Dualin - 1454 Undi
Yee Pui Man - 1419 Undi
Dg Junaijah Bt Sani - 1417 Undi
Hasmiati Bt Amir - 1313 Undi

Kini HPA digantikan kepada Gerakan Mahasiswa Politeknik Kota Kinabalu (GEMA) di mana Al Mutahhara juga sebagai Presidennya.

Kelab Islah dan GEMA berharap JPP dapat bekerjasama untuk membela hak mahasiswa.

'MA'ABTIGHAAN MARDHATILLAH'.

Ahad, 9 Januari 2011

80% mahasiswa PoliKK dijangkakan pengundi AL MUTAHHARA B. KAMARUDDIN.

Sumber : Kelab Islah Politeknik Kota Kinabalu, Sabah.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.

9 JANUARI 2010 : Suasana Pilihanraya Kampus di Politeknik Kota Kinabalu kini semakin meriah daripada hari jumaat lalu. Kini, poster Al Mutahhara sudah membanjiri bangunan HEP.

Kelab Islah mendapat maklumat daripada 'Suara Siswa Politeknik KK' melalui FB, bahawa 80% mahasiswa berpihak kepada AL MUTAHHARA B. KAMARUDDIN.

Bagi Kelab Islah, ini adalah satu berita yang baik kepada seluruh mahasiswa PoliKK kerana Kelab Islah yakin kepada AL MUTAHHARA sebagai pemimpin yang berkelayakan dari segi kepimpinan.

"Mahasiswa sepatutnya mengundi Al Mutahhara sahaja, kerana bagi saya beliau adalah seorang pemimpin yang baik dan mempunyai kelebihan dari segi ilmu agama. Boleh dikatakan beliau adalah AJK Kelab Islah yang paling lantang di dalam menyampaikan ilmu ALLAH SWT. Beliau juga seorang yang berani. Ini terbukti pada semester Julai 2009, di mana beliau berani bersuara untuk menegakkan amal makruf nahi mungkar semasa sesi Diskusi Bersama Kamsis. Tambahan lagi, unit yang beliau ketuai pada semester lalu telah mendapat Anugerah Unit Terbaik Semester Jun 2010," kata Saudara Azrie Ismail ketika ditanya tentang kepimpinan Al Mutahhara Kamaruddin.

InsyaAllah, berita selanjutnya akan diadakan dari semasa ke semasa.

Wallahu'alam.

"MA'ABTIGHAAN MARDHATILLAH".

Selasa, 4 Januari 2011

Nasihat Untuk Semua


Islam Untuk Semua,
Agama itu nasihat,
Nasihat untuk semua,
Pemimpin dan ahli wajib menerima nasihat.

Jangan halang orang yang memberikan nasihat,
Kerana tidak ada beza dengan toghut yang dilaknat,
Halang nasihat sama juga redha maksiat,
Akibatnya azab pedih di akhirat.

Nasihat Untuk Semua,
Kita semua perlu berlapang dada,
Jangan kerana kita terasa,
Kita menghalang penasihat di sana.

Nasihat Untuk Semua,
Maksiat mad'u kita cegah,
Maksiat diri tidak mau cegah,
Apa beza kita dengan si toghut penderhaka?

Nasihat Untuk Semua,
Jangan hanya berani berkata benar pada sahabat kita,
Tetapi kita tidak berani berkata benar pada diri kita,
Itu namanya retorik belaka.

Nasihat Untuk Semua,
Maaflah jika ada terluka,
Kerana ini benar belaka,
Mari bersama kita bermuhasabah.

Nasihat Untuk Semua,
Kalau difahami baguslah ia,
Hanya sekadar luahan bersama,
Amat berharap kemaafan semua.

Oleh :

Mutahharah Kamarudin
Pengerusi Majlis Dakwah & Kebajikan,
GAMIS Negeri Sabah.

Isnin, 20 Disember 2010

Jangan biarkan Toghut menjadi pemimpin.

"Mengundi? Politik semua penipu!"

Hatiku panas mendengar perkataan ini! Ingin sahaja aku berhujah dengan dia!

Itulah perkataan yang aku dengar kali kedua dalam sehari aku mencari rakyat Malaysia untuk melaksanakan tanggungjawab untuk memilih pemimpin (Daftar Pemilih = daftar untuk mengundi).

Saya sudah pernah menulis tentang kewajipan kita sebagai seorang yang beriman untuk melantik pemimpin dalam negara kita. Firman Allah SWT :

"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." (An-Nisa : 58).

Ayat ini di mulakan dengan perkataan 'inna' yang membawa maksud sesungguhnya. Sekiranya Allah memulakan 'inna', adalah menunujukkan bahawa perkara yang disampaikan selepas perkataan ini adalah perlu diambil serius.

Sebagai contoh, jika seorang suami mengatakan kepada isteri,

"Sungguh, abang sayang pada ayang." Dari sudut psikologinya, sudah tentu si isteri mengmbil serius tentang perkataan si suami ini dan akan wujud perasaan kasih antara kedua suami isteri ini kerana dimulakan dengan perkataan 'sungguh' yang membawa makna 'tidak main-main'.

Begitu juga dengan ayat Allah di atas yang memulakan perintah-Nya dengan perkataan 'sungguh'. Jika si isteri boleh mengambil serius dengan kata-kata suami yang memulakan dengan perkataan 'sungguh', mengapa kita sebagai Hamba Allah tidak mengambil serius dengan 'kata-kata-Nya'? Sedangkan Dia adalah zat yang tersangat mulia dan tidak ada yang sama dengan Dia dan Dia yang menciptakan manusia, langit, bumi dan sebagainya.

Seterusnya, Allah menyambung ayatnya dengan menyebut nama-Nya iaitu Allah. Apabila Allah memulakan ayatnya dengan perkataan Allah selepas perkataan 'inna', bermakna hal itu sangat serius. Kerana Allah sendiri menggunakan nama-Nya sebagai Tuhan yang mengarahkan satu tanggungjawab kepada kita.

Perkataan 'yak murukum' bermakna menyuruhmu. Oleh itu, adalah menjadi satu kewajipan kepada perkara yang ada pada ayat tersebut.

"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya..."

Ayat ini merupakan satu perintah wajib kepada kita untuk memilih petugas yang betul-betul layak untuk melaksanakan tugas. Begitu juga kepada pemimpin. Pemimpin adalah petugas untuk menjaga agama dan negara.

Pemimpin negara perlu dilantik mengikut acuan Islam, iaitu seorang yang taat kepada Allah SWT.

Dalam negara kita, membuang undi adalah cara untuk kita melantik pemimpin. Maka, menjadi satu kewajipan kepada kita untuk mengundi ataupun melantik pemimpin negara kita. Hal ini menjadi wajib kerana sudah tercatat di dalam ayat Allah di atas yang mewajibkan kita untuk melantik pemimpin yang adil.

Jika kita mengabaikan perlantikan pemimpin, maka, itu bermakna kita mengabaikan perintah Allah. Layakkah kita menjadi Hamba Allah dalam masa yang sama kita melanggar perintah-Nya?

Jika alasan semua parti politik adalah penipu, ini adalah satu alasan yang tidak munasabah.

Firman Allah SWT :

"Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan toghut, maka perangilah kawan-kawan syaitan (taghut) itu, (kerana) sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah." (An-Nisa : 76).

Ayat ini memnunjukkan bahawa pertembungan antara fisabilillah dan fisabilittoghut akan berpanjanga sampai bila-bila. Selagi ada orang yang benar-benar beriman kepada Allah, selagi itu ada musuh Islam yang menggunakan pelbagai 'platform' seperti parti yang kononnya menjaga keadilan untuk negara padahal menggunakan kezaliman kepada rakyat menyuarakan pendapat dan hak mereka.

Dalam negara kita, ISA digunakan untuk menahan mana-mana pihak yang cuba membongkar kezaliman sekularisma. Inilah yang dikatakan taghut dan sewajibnya kita tentang habis-habisan walaupun terpaksa mengorbankan nyawa.

Oleh itu, kita hendaklah menjadi seorang rakyat yang tahu tentang perjuangan parti-parti politik yang ada di dalam negara kita supaya kita tahu mana yang benar dan salah. Kerana ayat Allah di atas adalah satu bukti bahawa jika wujud kejahatan, pasti penghapus kejahatan (kebenaran) juga wujud.

Wallahu'alam.

Rujukan : Tafsir (Al-Quran) Al-Azhar.

Oleh :

Mutahharah Kamarudin
Pengerusi Majlis Dakwah & Kebajikan,
GAMIS Sabah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...